2/26/2011

Merawat Luka Yang Terpendam

Merawat luka yang terpendam
Kesannya masih berdarah
Hendak ku tangiskan tiada pedih
Yang telah terjadi padaku
Pasrah aku terima..

Kau hujankan penghinaan
Aku renjis kesabaran
Aku curah pertanyaan
Adakah bahagia
nanti akan menyingkir hiba

Dalam ribut ada hina
Dalam tenang ada sabar
Dalam tangis sendirian
Mungkinkah bahagia
nanti akan menyusur tiba..

Bukan ku mengundang bencana
Juga tak ku menabur dosa
Tak dapat dinafi kebetulan
Dugaan menimpa diriku
Rela aku terima

Namun begitu
MAAFKAN aku
kerna terlalu KASIHkannya ..

2/24/2011

Tanpa Dia..



Bisikku pada bulan ..
Kembalikan temanku ..
Kekasihku, Syurgaku ..

Tanpa dia ..
Malam menemaniku.
Sepi memelukku ..

Bulan jangan biar siang ..
Biar alam ini kelam ..
Biar ia sepi sepertiku..


2/20/2011

Aku Terdampar Sepi


Aku terdampar
 di pulau nan sepi

Dihanyut sang ombak
 hingga ke pesisiran
Lemah tubuhku menahan 
dinginnya air membiru

Di kala yang hening senja
Terdengar kicauan burung
 pulang ke sarang
Tiada teman di sisi 
jauhku terasing di sini

Kian larut 
dibayangi kelam malam

Hanya bintang bulan 
saksikan diriku
Hanya desiran pantai
 berlagu di gegendang
Hanya dedaunan liuk 
melambai ucap selamat malam

Berdarahnya hatiku 
hingga terpukul jiwaku ke mari
Hilangnya fikirku
 membawa akalku melayang
Maraknya unggun 
menghangatkan 

tubuh kerdilku
Tapi sayang…
Kasihmu yang kuharapkan
Tiada lagi marak 
yang menyengat hatiku…

Ku lihat indahnya ciptaanNya 
yang terbentang

Walau gelap dipandang mata kasar
Masih jelas kulihat dari mata hati
Ku rangkul erat diriku
Bayu sendu yang menyapa 
mengkhayalkanku
Jauh terimbau ceritera semalam
Hingga menyesakkan nafas seketika
Menghentikan nadiku yang mengalir
Tika aku kehilangan cintamu…

Kadang-kadang 
aku rasakan damai

Sendirian lewati sisa-sisa 
hariku di pulau terpencil ini
Tiada lagi dirimu
 yang asyik sakiti aku
Namun bagaimana 
hati mahu berbohong
Yang perlukan cintamu 

untuk bebaskan aku dari kesepian ini
Yang akan bawaku 
pulang temukan cintaku semula...

Itu semua hanyalah 
sebuah harapan palsu

Rintih aku sendiri
 menghitung detik
Nantikan dikau 
yang tak akan mencari
Kerana sememangnya 
aku 

terlelap dari hidupmu
Lalu terjaga aku terdampar di pulau sepi ini…

Nukilan:

no-rulesz has’z

DETIK AKHIR ITU...


Detik akhir itu
Sebelum kau pergi

Pintu cintamu
Tetap terbuka luas
Mengundangku masuk
Dengan ikhlas
Seada – adanya.


Detik akhir itu

Sebelum kau pergi
Kau hadiahkan senyum manis
“Akulah isterimu Dunia dan Akhirat..”
Disusuli “Laa Illaha Illallah..”
Dengan lembut kugenggam jemarimu
“Kaulah isteriku Dunia dan Akhirat..”
Kelu..diam,bisu,terhenti
Kau telah pergi..

Detik akhir itu

Jasad dinginmu ku kucup
Ada sendu yang dalam
Mengoncang seluruh perkasa
Seorang lelaki
Meruntuh tegap sasa
Seorang suami

Detik akhir itu

Perjalanan jasadmu
Dipulangkan
Mengapankan segala
Jadi milik peribadi
Jadi milik sejarah

Terima kasih..

Segala cinta yang diberi
Terima kasih..
Menyayangi setulus hati
Terima kasih..
Curah bakti seorang suri.
Mudah- mudahan


Syurga menjemputmu
Masuk seluas – luasnya
Di mana – mana pintu.
~ Moktha

Terima kasih isteriku..


Terima Kasih isteriku
kerana cintakan aku


kerana sayangkan aku

kerana kasihkan aku
Terima kasih isteriku



meninggalkan duniamu dulu



untuk hadir di daerah ini
yang dulu kosong dan sepi
namun berpenghuni kini...



Terima kasih isteriku
kerana kau belajar memahami

denai-denai gelap silam
bersama naluri dan hikmah
membawa nur dan harapan
yang kian terpancar indah...



Terima kasih isteriku
tulus suci di sanubari

mewarnai indah dada pelangi
melungsuri waktu-waktu sunyi
rindu dendam menggigit hati...


Terima kasih isteriku
tidak terucap lagi

hanya Dia yang tahu
yang kelu di lidah ini
yang bermain di benak ini
yang tersimpan di dada hati...

Terima kasih isteriku
kerana melahirkan zuriat abang,

zuriat kita
kerana meneruskan warisan abang,
warisan kita
moga puteri ku sayang
seindah az-zahra, di taman cinta kita...

Nukilan:unclejoe~

Mencintai Mu Seumur Hidupku ...



Izinkan aku mencintaimu. 
Dengan Memberikan kedua 
telingaku untuk mendengarkanmu
Izinkan aku mencintaimu. 
Dengan cara sesederhana itu. 
Bukan seperti lilin menerangi ruang tak berlampu. 
Bukan seperti rembulan dimalam gelapmu.
Hanya satu. 
Menjadi bahu disaat lelahmu.
Izinkan aku mencintaimu. 
Dengan cara sesederhana itu.

Dan aku berjanji untuk 
selalu siap berbagi dalam dukamu. 
Ikut tertawa dalam sukamu. 
Menghapus air matamu. 

Menguatkanmu di saat lemahmu.
Mengingatkan tiap sesat pikiranmu.
Ya, izinkan aku mencintaimu. 
Sesederhana itu…

Ada Ketikanya Hatiku Rapuh !!!

Detik waktu terus berjalan...
Berhias gelap dan terang...
Suka dan duka tangis dan tawa...
Tergores bagai lukisan...
Seribu mimpi berjuta sepi...
Hadir bagai teman sejati...
Di antara lelahnya jiwa...
Dalam resah dan air mata...
Ku persembahkan kepadaMu...
Yang terindah dalam hidup...

Meski ku rapuh dalam langkah...
Kadang tak setia pd perintahMu...
Namun cinta dalam jiwa...
Hanyalah padaMu...

Maafkanlah bila hati...
Tak sempurna mencintaiMu...
Dalam dadaku harap hanya...
DiriMu yang bertahta...
Detik waktu terus berlalu...
Semua berakhir padaMu...

2/15/2011

Segala-galanya Terhenti...

Aku sedar bila tanpa dirimu
Kurasakan dunia ini terhenti
Lambat, kaku dan tidak bernyawa
Bagaikan otak ku terhenti berfikir
Apa yang perlu aku lakukan


Tanpa kau disisi
Rinduku bagai membungkam ragaku
membuat aku terhenti

 untuk menghela sekalipun
Jiwaku sesak…dan kosong…
Mendengar suaramu 

bagaikan terhenti nafasku
Untuk kudengar dan masuk terus kejiwaku


Agar tidak diganggu
Agar aku tidak terlepas dari 

mendengar setiap butir bicaramu

Andai TUHAN 

mendengar rintihanku
Bila bertemumu 

ingin sekali aku hentikan 
seluruh maya ini
Agar hanya kau 

dan aku menikmatinya bersama
Agar masa ini begitu panjang

 untuk kita berdua sahaja

Adakah kau rasa …

terhenti segala-galanya
Bila kita sudah Terjatuh dalam cinta.....


2/05/2011

Apa Khabar Mu Bulan ??

Tampak jelas indahnya kamu bulan...
Bila senang terang bulat pancarmu...
Tapi mengapa ada aura sedih bersama...
Seperti tersenyum.. tapi pilu...
Seperti memanggil.. tapi jauh

Sabarlah bulan...
Bersabarlah bulan...
Senyum sedihmu sesungguhnya...
Menggembirakan banyak hati

Kamu ingat aku bulan..?
Tak mengapa...
Tak perlu kamu jawabnya...
Kerana memadai bagiku...
Pancaran sinar...
Di kala kamu mengambang...

Aku rindu kamu bulan...
Aku rindu kamu...
Rindu...

Apa khabar bulan..?
Bagaimana hidup kamu bulan..?
Lama kamu tidak bercerita...
Tapi aku titipkan doa kebahagiaan buat mu...
Selalu selepas solat ku...
Tanda ingatan hati buat mu...
Yang mahu melihat kamu bahagia...
Kerana bahagia mu bahagia ku jua...

Apa khabar bulan..?
Kamu sihat bulan..?
Lama tidak bertanya khabar...
Bukan tak sudi tapi menjaga...
Kadang aku fikir kamu tak suka...
Kerana kamu kadang tidak membalas tanyaku...
Lalu ku intai dari jauh...
Untuk nyata kamu sehat...

Apa khabar bulan..?
Lama tidak bersua...
Bukan tiada ingatan...
Bahkan selalu sahaja...
Menyebut dan mengenang...
Yang jauh di sudut hati...

P/S; Penawar Rindu,
Aku jua merindui kamu sahabatku
Apa kabar tuan ??


2/03/2011

Pantun Derita Merindu


Puas Kuredah rangkaknya sawar,
Melangkah tebat pohon mengkudu,
Puas sudah kucari penawar,
Untuk mengubat derita RINDU...

Kelawar biru hinggap dibatu..
Galah ditangan penyucuk buaya..
Penawar rindu hanya satu..
Jumpalah dengan penyebab sakitnya.

Pedihnya dan sedih hati merasa,
Usah diturut kelak kan merana,
Janganlah dikau berputus asa, 
Carilah dia walau dimana...


2/02/2011

Pantun Ingin Bertemu

Bertiup bayu di pada maya,
Jatuh bertebar bunganya mawar,
Ingin bertemu belum terdaya,
Bolehkah gambar jadi penawar. 

Jika angin bertiup kencang, 
Belum tentu harikan mendung,
Jika rindu berkencang-kencang, 
Gambarlah jua kudakap usung..

Bunga mawar kembang setaman,
Mari dipetik si anak dara, 
Hanya gambar sebagai peneman, 
Untuk merawat rindu yg lara.

Bahasa hati umpama bayu, 
Tidur malam terbayang wajahmu, 
Andai tiada daya untuk bertemu, 
Gambar jua lah pengubat rindu..

Berbalas Pantun

Kalau mengkudu nama pohonnya,
Daun direndam di dalam guri,
Kalau rindu sebut namanya,
Jangan dipendam seorang diri.

Kalau rindu sebut namanya, 
Jangan d pendam seorang diri, 
Itu angau jadinya,
Bimbang nanti gila sendiri.

Dlm hati puas bertnya.... 
Mengapa rindu asyik menyapa.... 
Buang masa sebut namanya....
Call si dia ajak le bersua.....

Pujuk rayu tangis sendu, 
Tangis merayu setiap kali, 
Untuk aper memendam rindu, 
Org disana sikit tak peduli ??
( Peduli ba kan , he3x )

Buah pinang dibuang sabut....
Mayang kelapa dibawa lari....
Hati mengenang mulut menyebut....
Sayangnya dia tak ambil perduli....
( Mak aiii , sian nya )

Sahabat Suku Dan Duka...

Kala sahabat bersedih ??...
Sesungguhnya...
Dia me'merlukan telinga kita...
Untuk ???...
Men'dengarkan tangisnya...

Mengharapkan tangan kita...
Untuk ??...
Meredakan air mata dan ...
Menggenggam erat tangannya...

Hingga dia akan tersedar...
Bahwa !!!...
Masih ada lagi sahabat...
Untuknya ??...
Yang ingin melihatnya ...
Bahagia dan ingin... 
Membuatnya senyum kembali...

Sahabat adalah dia yang...
menghampiri kita...
Ketika seluruh dunia menjauh...
Bukan menghampiri kita bila
ada perlu...

Karena persahabatan itu...
Seperti tangan dengan mata...
Saat tangan terluka...

Maka mata menangis...
Saat mata menangis...
Maka tangan menghapus ...
Airmata ...

2/01/2011

Pantun Dekat di hati.

Menurun sauh di pelabuhan kota,
Mengisi pukat ke dalam peti,
Walaupun jauh pandangan mata,
Namun dekat di dalam hati. 

Kalau nak gugur gugurlah nangka,
Jangan ditimpa si dahan pauh,
Kalau nak tidur tidur lah mata, 
Jangan diingat kasih yang jauh.

Sampan berlabuh dipinggir jeti, 
Muatkan hasil di dalam baldi, 
Jauh dimata dekat dihati, 
Itulah dia kasih yg abadi.

Gaul tepung sampai sebati, 
Biar rasa semuanya sebati, 
Jauh dimata tetap dekat dihati,
Rindu ini ttp ku simpan hgga ke mati.